“Yah, kok tiba-tiba hard disk eksternal aku minta di-format?” … “Lho, kok hard disk eksternal aku bunyi cetak-cetik?” … “Wadaw, hard disk aku nggak kedetek!”
Mungkin Anda pernah mendengar
kalimat-kalimat di atas. Biasanya, kalimat-kalimat tersebut muncul saat
ada masalah pada hard disk. Kemungkinan, hard disk yang digunakan
tersebut memang sudah memiliki umur yang panjang sehingga sudah
waktunya untuk rusak. Namun, tidak menutup kemungkinan permasalahan ini
terjadi juga pada hard disk baru. Ingat, kerusakan pada hard disk akan
mengakibatkan kehilangan data. Proses recovery data pada hard disk
yang rusak membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan, biaya recovery
terkadang melebihi harga hard disk itu sendiri.
Hard disk eksternal beberapa
tahun belakangan ini menjadi fenomena di kalangan pengguna komputer.
Keuntungan hard disk eksternal ini sendiri adalah mobilitasnya. Anda
dapat membawa hard disk berkapasitas besar dengan dimensi yang relatif
kecil untuk digunakan dalam proses tukar-menukar file. Harga hard disk
eksternal yang semakin lama semakin murah juga menambah daya tarik
produk ini.
Namun, kegunaannya sebagai produk yang mobile
tentu membawa resiko tersendiri. Hard disk eksternal memiliki
kerentanan yang tidak jauh berbeda dengan hard disk biasa. Pada artikel
kali ini, kami mencoba untuk memberikan beberapa tips untuk
memperlakukan hard disk eksternal Anda dengan benar. Tips yang kami
berikan kali ini didasarkan atas pengalaman mengelola hard disk
sehari-hari. Kami berharap dengan adanya tips di bawah ini, penggunaan
hard disk eksternal akan memiliki umur yang lebih panjang. Jika ada
tips yang belum kami tulis, kami sangat berharap Anda dapat memberikan
masukan lagi pada bagian komentar di bawah.
1. Selalu gunakan opsi “Safe Remove Hardware”
Langkah
ini memang terkesan sepele dan sering dilupakan oleh pengguna. Bahkan,
banyak pengguna sendiri yang mengakui bahwa hal ini tidaklah penting.
Saat Anda menancapkan hard disk eksternal dan mulai mentransfer data,
banyak data yang belum tertulis dengan benar pada piringan hard disk
tersebut. Data-data tersebut masih tertinggal di cache memori. Bila
Anda selesai menggunakan hard disk eksternal, selalu pilih opsi “Safe
Remove Hardware”. Dengan mengklik opsi ini, semua data yang ada pada
cache memory akan dihapus sehingga data yang ada pada hard disk tidak
akan rusak saat Anda mencabut kabel USB-nya. Opsi ini sangatlah
penting. Pada beberapa hard disk eksternal, gagalnya penulisan data
dapat menyebabkan Master Boot Record rusak dan menyebabkan hard disk
harus di format ulang.
2. Jangan terbanting
Berbeda
dengan flash disk, hard disk eksternal masih memiliki komponen mekanik
di dalamnya. Komponen ini sangat rentan terhadap benturan. Saat
terjadi benturan yang keras pada hard disk, pasti akan mengganggu
komponen mekanik tersebut. Tidak sedikit kasus hard disk yang
terbanting mengakibatkan isinya menjadi amburadul. Sebenarnya, Anda
bisa mengakali hal ini dengan membeli hard disk yang memiliki fasilitas
tahan banting. Walaupun begitu, tetap saja Anda harus menjaga hard disk
dari benturan yang berlebihan.
3. Jauhkan dari cairan
Tersiram
air? Mungkin hal ini terdengar lucu bagi beberapa orang. Akan tetapi,
banyak juga kasus hilangnya data hard disk akibat tercebur atau tidak
sengaja tersiram minuman. Saat Anda memakai hard disk eksternal,
usahakan tidak menaruh benda dengan cairan di dekatnya. Tentunya, air
adalah musuh bagi benda elektronik, bukan?
4. Jauhkan dari benda bermagnet
Selama
hard disk masih memakai komponen mekanik, maka hard disk akan tetap
rentan terhadap gerakan paksa. Sebuah magnet dapat secara paksa menarik
komponen mekanik dalam hard disk. Hal ini dapat merusak sistem kerja
hard disk tersebut. Tidak hanya itu, platter yang ada di dalam hard disk pun bisa rusak karena adanya medan magnet.
5. Gunakan Kabel Y agar mendapat pasokan listrik yang baik
Banyak
hard disk eksternal yang tidak dilengkapi USB dengan jenis kabel Y
(dua kepala). Memang, menggunakan USB dengan kabel Y terlihat repot.
Akan tetapi, kabel dengan jenis ini berguna saat Anda menancapkan hard
disk eksternal Anda pada sebuah komputer yang ternyata USB slot-nya
sudah tidak memiliki alur listrik yang masih baik. Kurangnya pasokan
listrik dapat merusak kerja sebuah benda elektronik. Di sinilah kabel Y
berperan. Tancapkan kedua kepala kabel Y untuk mendapatkan alur
listrik yang baik.
6. Jangan terlalu sering mencabut pasang kabel USB
Benar!
Walaupun seyogyanya hard disk eksternal akan sering digunakan pada
banyak komputer, namun, sering mencabut pasang kabel USB akan membuat
konektor USB tersebut menjadi aus. Gesekan terhadap tembaga dapat
membuat kepala konektor menipis sehingga tidak terjadi kontak antar
tembaga yang baik. Hal ini dapat membuat pasokan listrik dan arus data
menjadi terganggu dan dapat merusak kontroler.
7. Hindari menempatkan hard disk di tempat yang sering bergetar
Getaran
berlebihan dapat mengganggu kerja mekanik hard disk. Bahkan tidak
sering terjadi error baca dan tulis data di hard disk tersebut. Hal ini
dapat berujung pada hard disk yang berhenti bekerja. Oleh karena itu,
jauhkan hard disk dari tempat yang sering bergetar (Contoh ekstrim pada
foto di atas: hard disk ditaruh di atas speaker aktif. Terlihat bodoh
memang, namun kita tidak pernah tahu hal-hal yang dapat dilakukan orang
pada hard disknya, bukan?)
8. Pastikan hard disk mendapatkan aliran udara yang baik
Bagaimana
maksud dari poin yang satu ini? Saya sering melihat beberapa orang
menaruh hard disk eksternal di bawah bantal saat dioperasikan. Tidak
hanya itu saja, beberapa pengguna masih ada yang tetap menggunakan
pouch bawaan yang tebal saat mengoperasikan hard disk. Jika hard disk
eksternal Anda tidak memiliki solusi disipasi yang baik, hard disk yang
ada di dalamnya tentu akan menjadi panas. Hard disk yang memiliki
panas berlebih dapat menyebabkan kerusakan. Oleh karena itu, usahakan
untuk membuka pouch bawaan hard disk terlebih dahulu saat ingin
digunakan. Selain itu, pastikan hard disk mendapatkan aliran udara yang
cukup.
9. Cabutlah kabel USB dengan menarik kepala konektornya
Jika
Anda menarik kabel USB langsung pada kabelnya, hal ini dapat
menyebabkan putusnya kabel, baik kulitnya yang berada di luar maupun
kumpulan kabel yang ada di dalam kabel USB tersebut. Konektor USB
sengaja dibuat tebal agar dapat ditarik oleh para penggunanya.
10. Gunakan posisi yang tidak mengganggu posisi konektor USB
Saat
kabel USB tertancap pada hard disk eksternal dan pada sebuah slot USB
di komputer Anda, usahakan posisinya tertancap dengan benar. Kabel USB
yang tertancap pada posisi miring dapat menyebabkan kerusakan pada USB
tersebut. Kebanyakan kasus adalah membuat longgarnya sebuah slot USB.
Hal ini tentunya akan sama hasilnya dengan poin 6 di atas.
Satu lagi tambahan dari kami: Backup! Selalu
backup data-data Anda yang ada di hard disk eksternal tersebut,
terutama untuk data-data yang penting. Bila Anda menggunakan hard disk
eksternal ini untuk aktivitas transfer data secara mobile, resiko
kehilangan data pasti akan selalu ada. Untuk itu, sekali lagi kami
ingatkan untuk selalu mem-backup data-data Anda.
Tips-tips di atas berlaku untuk
hard disk eksternal. Jika Anda memakai sebuah SSD, cara perawatannya
akan berbeda lagi, karena SSD tidak rentan terhadap benturan.





0 komentar:
Posting Komentar